• JL. Cok. Agung Tresna, Denpasar, Bali
  • December 9, 2022

Pengumuman Pengadaan Kendaraan Shuttle Kawasan Besakih

Pengumuman Pengadaan Kendaraan Shuttle Kawasan Besakih Pemerintah Provinsi Bali pada Tahun Anggaran 2023 melalui Dinas Perhubungan Provinsi Bali akan mengadakan kendaraan shuttle untuk Kawasan Besakih dengan spesifikasi sebagai berikut : Bagi …

Dishub Bali Goes To School

Hari ini Kamis (1/12) Dinas Perhubungan Provinsi Bali melaksanakan acara Dishub Goes To School – Sosialisasi Keselamatan Lalu Lintas dan Safety Riding yang berlokasi di SDN 2 Sanur sebagai pelaksanaan pendidikan …

Dishub Bali bersama Honda Astra dan Polda Bali Melaksanakan Campaign Cari_aman

Dinas Perhubungan Provinsi Bali melaksanakan sosialisasi Campaign Cari_aman bersama Honda Astra Cabang Denpasar dan Polda Bali yang berlokasi di Persimpangan Jalan Sudirman, Denpasar Rabu (30/11). Dalam kegiatan ini dilakukan pemberian helm …

Review By Respati Bali

Kereta Perkotaan

Bandara I Gusti Ngurah Rai – Sanur


Introduction

Kepadatan penduduk Kota Denpasar dan Kabupaten Badung menduduki peringkat pertama dan kedua di Provinsi Bali dengan laju pertumbuhan penduduk 2,60% (Kota Denpasar) dan 2,36% (Kabupaten Badung) cukup tinggi jika dibandingkan dengan laju nasional yaitu 1,08%. Jumlah penumpang Bandara Ngurah Rai sebesar 24,2 juta penumpang/tahun pada tahun 2019, diproyeksikan mengalami peningkatan sebesar 6% tiap tahunnya (skema moderat) dan mencapai kapasitas maksimumnya antara tahun 2025-2031. Dengan adanya peningkatan tersebut maka akan menimbulkan kemacetan yang parah di beberapa titik, sehingga diperlukan penyediaan transportasi massal yang dapat mengakomodasi pergerakan masyarakat.

Studi yang dilakukan oleh PT.KAI (Persero) yakni terkait Autonomous Rail Rapid Transit (ART), dimana kereta ini merupakan kereta dengan garis pengarah pertama di dunia dan merupakan bagian dari sistem intelligent rail express.  Dikembangkan oleh CRRC Zhuzhou Institute Co Ltd, China dan diresmikan pada tahun 2017.  Bergerak menggunakan roda karet. Dilengkapi dengan sensor yang dapat membaca dimensi jalan dan merencanakan perjalanannya sendiri (self driving).

RENCANA TRAM SEMIGITA

Review by Respati Bali


OVERVIEW & PURPOSE

Menurut Studi Pra-Fs yang dilaksanakan oleh PT.Inka (Persero), pada tahun 2030 akan mencapai 33 juta orang (+230%), jumlah Kendaraan akan mencapai 8,4 juta (+220%) dan Pergerakan orang tertinggi berada di 4 Kota/Kabupaten di Bali, yaitu Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar. hal ini akan menyebabkan ruas jalan di kawasan tersebut menjadi semakin padat. Sehingga membutuhkan transportasi public sebagai solusinya.

Oleh karena itu, PT INKA (Persero) akan menyediakan TRAM KUTA menjadi solusi transportasi publik di kawasan kuta yang ramah lingkungan. Dengan rencana panjang trase 12 km, tram ini didukung dengan 7 train set (1 TS = 3 car). Dengan Jumlah  11 stasiun dan 1 depo, headway 5-10 menit dengan kecepatan ±30 km/jam.

Tram SEMIGITA menggunakan konsep autonomus dimana Mobil otonom adalah kendaraan yang mampu merasakan lingkungannya dan beroperasi tanpa keterlibatan manusia. Seorang penumpang tidak diharuskan untuk mengambil kendali

kendaraan setiap saat, juga tidak ada penumpang yang harus hadir di kendaraan sama sekali. Mobil otonom dapat pergi kemanapun mobil tradisional pergi dan pergi segala sesuatu yang dilakukan oleh pengemudi manusia yang berpengalaman.

Reviwe by Respati Bali

Korea National Railway

Bali LRT Project


Sudah tidak asing didengar, Light Rail Transit yang nantinya disebut dengan LRT merupakan salah satu sistem kereta api penumpang yang beroperasi di kawasan perkotaan, konstruksinya ringan dan bisa berjalan bersama lalu lintas lain atau dalam lintasan khusus. 

Padatnya area distribusi pendatang asing dari Bandara I Gusti Ngurah Rai yang menuju ke arah Bali Bagian Selatan terutama Kuta, mengingat ruas jalan dan kapasitas kendaraan yang menuju ke arah itu semakin meningkat, menimbulkan pemandangan baru yakni kemacetan. 

Menurut pra-FS yang dilakukan oleh Korea National Railway, demand forecast pada tahun 2055 akan menjadi 287.000/hari, Trem dan BRT tidak dapat menutupi permintaan tersebut. Bila dilihat dari konsumsi energi dan emisi CO2, konsumsi energi dan emisi CO2 LRT jauh di bawah jumlah yang dihasilkan oleh mobil. Saat ini sedang diadakan diskusi lebih lanjut dan menunggu penetapan project Feasibility Study di dalam DRPLN-JM Blue Book Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.