
Gubernur Bali Wayan koster didampingi kepala dinas perhubungan provinsi bali menghadiri kegiatan penanda tanganan Nota kesepakatan (MOU) peningkatan aktivitas dan efisiensi logistik angkutan laut dalam rangka meningkatkan eksport bali benoa dengan stake holder terkait dipelabuhan jumat, 28 Februari 2020 dipelabuhan benoa bali. dalam sambutannya Gubernur Bali wayan koster mengapresiasi kegiatan tersebut beliau menambahkan akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang memajukan Perekonomian dan Pariwisata di Bali melalui Dinas Perhubungan Provinsi bali beserta stake holder terrkait yang menangani akan terus menjalankan kegiatan seperti ini kedepannya.

Bagus Bayu Joni Saputra, Ketum DPW ALFImengatakan bahwa sejak 10 tahun belakangan Eksport asal Bali mengalami penurunan sejak 10 tahun belakangan Penurunannya sekitar 30%, Beliau menyebutkan banyak faktor penyebab, satu diantaranya karena krisis dan ini terjadi di hampir semua negara, khususnya yang pertumbuhannya terkoreksi. Ia berharap, ke depan ekspor asal bali akan terus meningkat dan negara tujuan ekspor juga kian bergairah. Lanjutnya, virus corona jugaa turut mendorong penurunan ekspor asal bali.Bahan baku dari negara tujuan ekspor juga mengalami gangguan, mudah-mudahan ini cepat selesai,” katanya. Saat ini.gangguan ekspor diantaranya ke negara China, Eropa dan Amerika. Produk yang mengalami gangguan adalah jenis produk handicraft, furniture, dan kerajinan. Walau demikian, ia tetap optimistis ke depan ekspor Bali akan membaik.Apalagi untuk meningkatkan ekspor asal bali , Pelindo III Pelabuhan Benoa kini memberikan insentif. Direktur Operasional dan Komersial Pelindo III, Putut Sri Mulidjanto, menjelaskan bahwa Pelindo III memberikan insentif 31 persen dari tarif dasar.Mengingat angkutan laut, masih belum banyak peminatnya. Ia berharap dengan insentif ini, lalu lintas logistik melewati Pelabuhan Benoa akan meningkat. Setelah melalui perjuangan panjang, DPW Asosiasi Logistik dan Forwader Indonesia (ALFI/ILFA) Bali telah menandatangani nota kesepakatan tentang pemberian insentif jasa kepelabuhan produk ekspor dari Bali untuk peningkatan aktivitas dan efisiensi logistik angkutan laut. Ketua ALFI/ILFA Provinsi Bali, AA. Bagus Bayu Joni Saputra mengatakan melalui penandatangan nota kesepakatan tersebut akan memudahkan anggota DPW ALFI/ILFA Bali dalam optimalisasi transportasi laut via Benoa.Diungkapkannya, nota kesepakatan ini bernomor No. 981/1694/DISHUB/NK-6/WBC.13/KPP.MP.02/2020. Nota kesepakatan ini ditandatangani Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai TMP A Denpasar, Operational Direktur PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), Ketua ALFI/ILFA Provinsi Bali, dan Trade Direktur PT Meratus Line.Ia menjelaskan semua sepakat untuk melaksanakan Nota Kesepakatan tentang Pemberian Insentif Jasa Kepelabuhanan Produk Ekspor dari Bali untuk Peningkatan Angkutan Laut dalam Menunjang Sektor Pariwisata dan Perdagangan dengan ketentuan pelaksanaan.
Ini didasarkan pada Notulen Rapat Focus Group Discussion (FGD) tanggal 15 Oktober 2019 bertempat di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Notulen Rapat FGD pada 15 November 2019 bertempat di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Notulen Rapat FGD tanggal 14 Januari 2020 bertempat di Kantor PT Pelindo III (Persero) Regional Bali Nusra, Rapat FGD tanggal 5 Februari 2020 bertempat di Kantor PT Pelindo III (Persero) Regional Bali Nusra. Selanjutnya Dinas Perhubungan Provinsi Bali akan melakukan penataan terhadap regulasi angkutan barang, peningkatan pengawasan dan penertiban terhadap kejadian ODOL di darat. Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai TMP A Denpasar mendorong peningkatan Utilisasi Pelabuhan Benoa dan membantu kegiatan eksport melalui pelayanan klinik ekspor dan impor. PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) selaku badan usaha pelabuhan yang mengoperasikan Pelabuhan Benoa, sepakat memberikan insentif/diskon sebesar 31 persen dari total tarif jasa bongkar muat yang seharusnya dikenakan untuk pelaksanaan aktivitas ini dan menyiapkan fasilitas sandar dan lapangan penumpukan yang memadai dan mendukung peningkatan transportasi petikemas lewat laut.

PT Meratus Line sebagai carrier via laut sepakat untuk menyiapkan 2 kapal dengan jadwal 3 harian untuk rute Surabaya-Benoa dan Benoa-Surabaya.Kesepakatan ini berlaku selama 1 (satu) tahun sejak penandatangan dan evaluasi pertama dilakukan 2 (dua) bulan sejak berlakunya kesepakatan. Kemudian dievaluasi lebih lanjut setiap 3 (tiga) bulan, perpanjangan kesepakatan dilakukan berdasarkan kesepakatan semua pihak yang menandatangi nota kesepakatan tersebut.
Selain menentukan persaingan nilai jual produk industri lokal penopang sektor pariwisata, ketersedian Pelabuhan Ekspor-Impor akan mempercepat pengiriman produk ekspor ke negara pasar. Ke depan, Pelabuhan Benoa bisa dimaksimalkan, pengusaha Logistik di Bali tentu akan bergairah. Ini karena akan dapat menangani proses angkutan Cargo Logistik secara keseluruhan.
Denpasar, 9 Maret 2020
PRANATA HUMAS DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI BALI