
Dalam rangka Pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1944 yang akan dilaksanakan pada kamis (3/3/2022), bertempat di ruangan rapat Dinas Perhubungan Provinsi Bali Jumat (35/3/2022) sebanyak 35 unit Kendaraan Listrik dipinjamkan untuk mendorong Green Recovery Bali. Dalam rangka mendukung kegiatan pecalang menjaga keheningan suasana dan keamanan selama Hari Raya Nyepi.
Penyerahan Kendaraan Listrik ini guna mempermudah tugas Pecalang dalam melakukan monitoring pelaksanaan hari raya Nyepi. Kendaraan-kendaraan ini dipinjamkan kepada desa-desa adat di Kota Denpasar yang diserahkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, PLN UID Bali, Komunitas Electric Wheel, Viaje, Gesit, United Motor, dan Goda kepada Ketua Pasikian Pecalang Denpasar diwakili oleh I Made Nendra.
Lebih jauh Kadishub Bali dalam penyerahan kendaraan listrik ini agar pemanfaatannya disesuaikan dengan kondisi sehingga dapat menjadi tonggak pada hari raya Nyepi, Nyepi yang lebih sipeng. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk menunjukkan manfaat kendaraan listrik dan relevansi yang positif dengan nilai adat dan budaya yang ada di Bali serta mendukung implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih.
Kendaraan listrik yang digunakan oleh pecalang dalam melaksanakan monitoring pada hari raya Nyepi nanti memiliki keunggulan seperti rendah karbon dan tanpa suara. Jika dipadukan dengan sumber energi terbarukan, bentuk transportasi ini bisa memberikan dampak positif pada lingkungan. Komunitas kolaboratif #KemBaliBecik menyatakan, penggunaan kendaraan listrik yang ramah lingkungan ini sangat relevan dengan masyarakat Bali yang memahami pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan alam. Selain itu, inisiatif penggunaan kendaraan listrik juga merupakan upaya untuk mendorong “ekonomi hijau”, dimana pertumbuhan ekonomi diharapkan berimbang dengan pelestarian lingkungan. Ditegaskan #KemBaliBecik adalah sebuah kolaborasi dari seberapa lembaga masyarakat sipil, swasta, dan pemerintahan di Bali yang bertujuan mendorong pemulihan pasca COVID-19 yang berorientasi pada “ekonomi hijau”, termasuk di dalamnya akselerasi transportasi rendah karbon, energi terbarukan, dan pariwisata berkelanjutan.
