
(13/08/2024) Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali secara resmi membuka acara Konsultasi Publik mengenai Dampak Sosial proyek eBRT Sarbagita. Proyek ini, yang telah dimulai sejak November 2023, bertujuan untuk mengembangkan sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) berbasis listrik di kawasan Sarbagita, Bali.
Acara ini difokuskan pada pembahasan mengenai rencana pembangunan eBRT Sarbagita, tantangan yang dihadapi, serta persepsi masyarakat terhadap proyek tersebut. Konsultasi publik ini menjadi langkah penting untuk mencapai konsensus dalam mengidentifikasi permasalahan, kebutuhan, dan tujuan proyek. Selain itu, konsultasi ini bertujuan untuk mengumpulkan masukan dari masyarakat yang akan menjadi dasar dalam penyelesaian desain awal sistem eBRT.
Bali menghadapi berbagai tantangan transportasi, seperti kemacetan yang meningkat, urban sprawl, hingga keselamatan jalan yang buruk. Oleh karena itu, persyaratan minimum untuk keberhasilan eBRT telah ditetapkan, termasuk pengurangan waktu perjalanan, layanan yang dapat diandalkan, aksesibilitas yang baik, serta kesadaran publik yang tinggi mengenai pentingnya sistem ini.



Selama working week dan diskusi sebelumnya, beberapa karakteristik utama eBRT telah disepakati, seperti kecepatan operasi yang tinggi, jalur bus khusus, desain stasiun yang fungsional, serta penggunaan bus yang ramah lingkungan. Proyek ini mengintegrasikan Analisis Dampak Lingkungan dan Sosial (ESIA) dalam perencanaan, guna memastikan bahwa sistem transportasi tidak hanya efisien, tetapi juga adil dan berkelanjutan.
Konsultasi publik ini memiliki peran penting dalam memahami dan memitigasi dampak sosial serta lingkungan yang mungkin timbul. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan dukungan masyarakat dan memastikan bahwa kebutuhan serta preferensi mereka diperhitungkan dalam desain proyek.
Dengan adanya konsultasi publik ini, diharapkan masyarakat Bali semakin memahami pentingnya proyek eBRT Sarbagita dan melihat dampak positif yang akan diperoleh, baik dari segi mobilitas, lingkungan, maupun kualitas hidup. Transparansi dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait menjadi kunci utama dalam keberhasilan proyek ini, menuju transportasi perkotaan yang berkelanjutan di Bali.